Berani Keluar Dari Zona Nyaman – Dari Perusahaan Besar, Beralih Ke Startup

Sebuah cerita yang membawa saya dan Redya diliput oleh wartawan dari InfoKomputer (Bro Erry) dan PC Plus (Mbak Eka) sehingga masuk 3/4 halaman Koran Kompas, tanggal 22 Maret 2012, halaman 43.

Awalnya saya bertemu Redya di awal tahun 2009 sebagai sesama karyawan tetap di sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia. Sayapun baru tau kalau kami berasal dari satu almamater, meskipun berbeda jurusan dan berbeda angkatan. Awalnya kami sama-sama ditempatkan di bidang teknikal, sesuai latar belakang kami, namun sekitar satu bulan kemudian, kami sama-sama dipindahkan ke bagian bisnis, dan di sinilah awalnya kami benar-benar bekerja bersama-sama.

Bukannya bermaksud membanggakan diri, namun kenyataannya memang menjadi karyawan tetap di perusahaan ini adalah mimpi dari banyak calon karyawan di Indonesia. Gaji yang cukup layak dan fasilitas yang bukan hanya untuk kita namun juga untuk keluarga kita, menjadi daya tarik yang cukup kuat. Untuk menjadi karyawan tetap juga harus melalui proses yang cukup panjang dengan melewati berbagai tes yang menantang. Jadi, kami sangat bersyukur bisa diterima di perusahaan sebesar ini.

Kenyamanan merupakan hal yang saya rasakan selama di perusahaan ini. Lingkungan kerja yang menyenangkan, bos yang baik, rekan kerja yang kooperatif, load kerja yang normal, gaji lumayan, fasilitas oke untuk saya dan keluarga merupakan hal yang benar-benar saya syukuri. Apalagi mengingat kondisi saya yang telah menikah di awal tahun 2010 dan memiliki anak di awal tahun 2011. Redya juga sudah menikah di akhir tahun 2010.

Keputusan untuk meninggalkan pekerjaan ini bukanlah merupakan keputusan yang mudah. Banyak yang terheran-heran dan tidak percaya saya mengambil keputusan ini. Tantangan terberat adalah menceritakan keputusan ini kepada keluarga. Secara logika, manusia hidup untuk mencari kenyamanan dan keamanan, sehingga ketika kita memutuskan meninggalkan kenyamanan dan keamanan untuk mengambil resiko dalam hidup, itu seringkali dianggap keputusan yang GILA!

Apa yang membuat saya berani mengambil resiko ini? Sederhana! Tujuan hidup saya adalah untuk menjadi berkat bagi sesama. Di pertengahan tahun 2011, saya merasa tidak bisa memberikan kontribusi maksimal di perusahaan saya. Saya merasa apa yang telah saya kerjakan kurang membawa manfaat bagi sesama manusia. Di saat yang sama, saya percaya bahwa sebuah prototype sederhana Telunjuk.com dapat memberi dampak yang  besar bagi dunia e-commerce di Indonesia dan saya ingin mewujudkan hal itu. Saya merasa sangat bersemangat untuk menceritakan tentang manfaat Telunjuk.com kepada teman-teman saya dan merupakan perasaan yang luar biasa ketika mendengar mereka merasa sangat terbantu dengan keberadaan Telunjuk.com, meskipun masih berupa prototype.

Hasil sering bercerita itu juga yang membawa kami bertemu dengan Project Eden, suatu incubator startup yang terdiri dari banyak pengusaha muda yang berpengalaman. Beberapa pertemuan dan diskusi membuat mereka percaya kepada kami dan produk kami. Hal itu juga yang mendorong kami untuk benar-benar serius menjalankan Telunjuk.com ini.

Satu hal yang saya percayai dan saya yakini adalah ketika kita hidup untuk menjadi berkat dan memberikan manfaat untuk sesama kita, maka kita akan diperlengkapi dengan kebutuhan yang cukup (baca: tidak lebih, tidak kurang) oleh Yang Maha Kuasa. Apakah itu berupa uang? Mungkin tapi tidak selalu. Bisa saja tiba-tiba kita memperoleh bantuan berupa barang atau jasa yang benar-benar kita butuhkan, padahal kita tidak pernah memintanya kepada siapapun, tapi mungkin kita minta dalam doa. Menurut saya Tuhan selalu bekerja dalam cara yang luar biasa dan biasanya di luar pikiran kita, sesuatu yang kita tidak pernah duga.

Jadi apakah Telunjuk.com akan sukses? Saya juga tidak tahu, bahkan saya tidak tahu apa arti sukses. Apa ada yang tahu arti sukses itu apa? Yang saya tahu adalah Telunjuk.com akan mencoba sebaik mungkin untuk menjadi berkat dan memberikan manfaat seluas mungkin untuk dunia e-commerce di Indonesia, baik itu calon pembeli, penjual, maupun pihak-pihak lainnya. Itulah kenapa tagline kami adalah SAHABAT KITA SAAT BELANJA.

 

Salam Sahabat

Drata